Asosiasi Sistem Informasi Indonesia (AISINDO)

Blog – Full Width

by

Meet & Greet AIS President-Elect: Kesuksesan Diskusi Langsung dengan Prof. Jan vom Brock dalam Pengembangan Sistem Informasi di Indonesia”

Bali, 5 Agustus 2025 – Kegiatan “Meet & Greet AIS President-Elect” yang diselenggarakan oleh AIS-Indonesia (AISINDO) pada Selasa, 5 Agustus 2025 telah berlangsung dengan sukses. Acara yang dilaksanakan secara gratis dan online ini berhasil menarik perhatian banyak anggota, pengurus, akademisi, praktisi, serta komunitas Sistem Informasi di Indonesia. Diskusi berlangsung dengan lancar dan produktif dari pukul 10:10 – 11:10 WIB atau 11:10 – 12:10 WITA.

Acara tersebut dipimpin oleh Prof. Jan vom Brock, AIS President-Elect global, yang memaparkan berbagai peluang kerja sama internasional antara Prodi Sistem Informasi di Indonesia dan institusi Sistem Informasi di Jerman, serta jaringan global Association for Information Systems (AIS). Prof. Jan menekankan pentingnya kolaborasi untuk mempercepat perkembangan Sistem Informasi di Indonesia, khususnya melalui kerjasama yang melibatkan institusi pendidikan tinggi dan organisasi global AIS.

Salah satu topik utama dalam sesi ini adalah dukungan terhadap inisiatif AISINDO Awards dan National IS Competition, yang bertujuan untuk mendorong transformasi digital di Indonesia. Melalui program-program tersebut, AISINDO berharap dapat memperkuat kontribusi sistem informasi terhadap kemajuan digitalisasi dan inovasi di tanah air.

Tony D. Susanto, Presiden AIS-Indonesia chapter, yang bertindak sebagai moderator, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas kehadiran dan dukungan Prof. Jan. “Kami sangat menghargai kesempatan untuk berdiskusi langsung dengan Prof. Jan vom Brock, yang telah memberikan pandangan dan dukungan untuk pengembangan kerja sama internasional. Hal ini merupakan langkah besar bagi kita dalam membangun jaringan global AIS yang lebih luas dan berkelanjutan,” ujar Tony D. Susanto.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Jan vom Brock juga menyatakan komitmennya untuk mendukung hubungan lebih erat antara Indonesia dan jaringan global AIS setelah beliau resmi menjabat sebagai Presiden AIS pada September 2025. Beliau berjanji untuk terus membuka peluang kerjasama internasional yang lebih luas dan memberikan arah strategis bagi pengembangan Sistem Informasi di Indonesia.

Kegiatan ini membuktikan pentingnya kolaborasi antar institusi dan komunitas global dalam mendorong kemajuan sektor Sistem Informasi, yang merupakan kunci utama bagi transformasi digital yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

AISINDO mengajak seluruh anggota dan komunitas Sistem Informasi di Indonesia untuk terus memperkuat hubungan internasional dalam rangka mendukung perkembangan Sistem Informasi di Indonesia. Semangat kolaborasi dan inovasi akan terus dijaga melalui berbagai program dan kegiatan yang bermanfaat, demi kemajuan bersama dalam mengakselerasi transformasi digital di Indonesia.

Kontak AISINDO:
Website: www.ais-indonesia.org
Email: info@ais-indonesia.org

by

AISINDO Menyambut Era Baru Akreditasi Pendidikan Tinggi dengan LAM INFOKOM 2.0

Surabaya, Indonesia – Agustus 2025 – Pendidikan tinggi di Indonesia memasuki fase baru dengan peluncuran LAM INFOKOM 2.0, sebuah reformasi besar dalam proses akreditasi program studi di bidang Teknologi Informasi (TI) dan Komunikasi. Inovasi ini bertujuan untuk menghadirkan pendekatan yang lebih terintegrasi, berbasis hasil, dan berfokus pada kualitas pendidikan yang lebih relevan serta dapat bersaing di tingkat global. Melalui sistem yang lebih fleksibel dan hasil-oriented, LAM INFOKOM 2.0 memberikan peluang bagi perguruan tinggi untuk beradaptasi dengan kebutuhan industri dan masyarakat yang terus berkembang.

LAM INFOKOM memperkenalkan sistem akreditasi yang mengubah pendekatan berbasis aturan (rule-based) menjadi sistem berbasis prinsip yang lebih fleksibel dan terfokus pada hasil yang dicapai oleh institusi dan program studi. Dengan penekanan pada Continuous Quality Improvement (CQI), sistem ini memberi ruang bagi perguruan tinggi untuk bertanggung jawab lebih besar terhadap kualitas pendidikan yang diberikan. Proses re-akreditasi program studi Informatika dan Komunikasi di Indonesia akan dimulai pada Batch 3 pada September 2025. Penilaian akan fokus pada berbagai indikator kinerja utama seperti relevansi kurikulum, kualitas penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan pencapaian lulusan. Pendekatan ini bertujuan agar perguruan tinggi tidak hanya memenuhi standar minimum, tetapi juga dapat berkompetisi di tingkat internasional.

Menurut Assoc. Prof. Tony Dwi Susanto, S.T., M.T., Ph.D (ITIL, COBIT, TOGAF), Presiden AISINDO, “Proses akreditasi berbasis hasil ini sangat penting karena akan membantu institusi pendidikan lebih fokus pada pencapaian hasil yang nyata, seperti kesuksesan mahasiswa dan dampak jangka panjang yang mereka berikan kepada masyarakat. Dengan menyelaraskan standar ini dengan kerangka internasional dan melibatkan umpan balik dari berbagai pemangku kepentingan, proses akreditasi yang baru ini akan memperkuat kualitas pendidikan tinggi Indonesia, khususnya di sektor Teknologi Informasi dan Komunikasi.”

Wahyudi Agustiono, S.Kom., M.Sc., Ph.D, narasumber yang terlibat dalam penyusunan kebijakan akreditasi ini, menambahkan, “Perubahan dalam proses akreditasi ini sangat positif karena tidak hanya mengukur pencapaian akademik, tetapi juga kualitas lulusan dan kontribusi nyata mereka terhadap masyarakat dan industri. Ini adalah langkah strategis yang sangat penting untuk memajukan pendidikan tinggi di Indonesia, agar lebih relevan dengan kebutuhan industri dan dunia kerja.”
Proses Akreditasi yang Lebih Komprehensif
Dalam sistem baru ini, perguruan tinggi diwajibkan untuk menyusun dan mengunggah dokumen lebih mendalam seperti LED (Laporan Evaluasi Diri) dan LKPS (Laporan Kinerja Program Studi), yang menunjukkan kepatuhan terhadap kriteria akreditasi yang telah ditetapkan. Penilaian akan meliputi pengembangan kurikulum, infrastruktur, pelaksanaan penelitian, serta pengelolaan program studi secara keseluruhan.
Fitur Utama LAM INFOKOM 2.0:

  1. Evaluasi Berfokus pada Hasil: Proses akreditasi yang berfokus pada pencapaian nyata dan dampaknya terhadap mahasiswa serta masyarakat.
  2. Pendekatan Berbasis Data: Menggunakan data kuantitatif dan indikator kinerja untuk menilai efektivitas penyampaian pendidikan secara lebih objektif.
  3. Model Peningkatan Berkelanjutan: Perguruan tinggi didorong untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dengan siklus tahunan evaluasi dan perbaikan.
  4. Benchmarking Internasional: Menyelaraskan proses akreditasi dengan standar internasional, mempersiapkan lulusan untuk berkompetisi secara global di bidang data analytics, pengembangan game, dan manajemen TI.

Dengan reformasi yang dibawa oleh LAM INFOKOM 2.0, Indonesia diharapkan dapat memposisikan dirinya sebagai pemimpin dalam pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi di tingkat global. Dengan pendekatan yang lebih fleksibel, berbasis hasil, dan berorientasi pada kualitas, pendidikan tinggi Indonesia akan semakin relevan dan memberikan dampak positif langsung terhadap kebutuhan masyarakat dan dunia industri. Transformasi ini juga membuka peluang besar bagi perguruan tinggi untuk meningkatkan daya saing mereka di tingkat global serta beradaptasi dengan perubahan teknologi dan pasar kerja yang terus berkembang.

by

Webinar AISINDO: “Digital Transformation in the Public Sector: The Role of Information Systems and Implementation Challenges”

Jakarta, 26 Juli 2025 – Asosiasi Sistem Informasi Indonesia (AISINDO), yang merupakan Indonesia Chapter dari Association for Information Systems (AIS), sukses menyelenggarakan webinar bertema “Digital Transformation in the Public Sector: The Role of Information Systems and Implementation Challenges” pada hari Sabtu, 26 Juli 2025. Kegiatan ini menjadi wadah strategis bagi akademisi, praktisi, dan aparatur pemerintahan untuk mendiskusikan peran sistem informasi dalam mendukung transformasi digital di sektor publik serta tantangan-tantangan utama dalam proses implementasinya.

Webinar ini menghadirkan dua narasumber utama, yaitu Prof. Dr. L. Ir. Meyliana, S.Kom., MM, IPU, CDMS, CBDMP, CME, selaku Vice President 1 AISINDO dan Guru Besar Sistem Informasi dari BINUS University, serta Prof. Dr. Ahmad Nurul Fajar, S.T., M.T., yang menjabat sebagai Director of IS Professional Certification AISINDO. Acara dipandu oleh moderator Riswan E. Tarigan, S.T., M.Kom., MBA-FM, Vice Director of IS Professional Certification AISINDO. Diskusi berlangsung interaktif, membahas isu-isu kunci seperti kepemimpinan digital, penguatan regulasi SPBE (Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik), investasi pada literasi digital aparatur sipil negara (ASN), hingga pentingnya manajemen perubahan dan monitoring berbasis Key Performance Indicators (KPI).

Dalam pemaparannya, Prof. Meyliana menyoroti tantangan integrasi lintas instansi dan pentingnya kesiapan infrastruktur sistem informasi yang terstandarisasi. Sementara itu, Prof. Ahmad Nurul Fajar mengulas konsep Government as a Platform (GaaP) dan urgensi penerapan arsitektur sistem pemerintahan berbasis elektronik sebagaimana diatur dalam Perpres No. 95 Tahun 2018. Keduanya sepakat bahwa keberhasilan transformasi digital sangat ditentukan oleh sinergi antara kebijakan, SDM, proses bisnis, dan teknologi informasi.

Presiden AISINDO saat ini, Tony Dwi Susanto, Ph.D., ITIL, COBIT, TOGAF, menegaskan bahwa transformasi digital di sektor publik tidak dapat dilepaskan dari tata kelola informasi yang kuat dan visi strategis dalam perencanaan arsitektur sistem. “Sistem informasi bukan hanya alat pendukung, tapi merupakan fondasi dalam membangun layanan publik yang efisien, akuntabel, dan transparan di era digital,” tegasnya.

Acara yang berlangsung secara daring melalui Zoom ini dihadiri oleh ratusan peserta dari berbagai latar belakang institusi, menunjukkan tingginya antusiasme terhadap urgensi transformasi digital di sektor pemerintahan Indonesia. AISINDO terus berkomitmen menjadi mitra strategis dalam pengembangan kapasitas digital nasional melalui kolaborasi lintas sektor.

by

Pengembangan Platform Digital AISINDO Untuk Meningkatkan Kolaborasi dan Diseminasi Keilmuan di Bidang Sistem Informasi

Sosialisasi Pengembangan Platform Digital AISINDO untuk Meningkatkan Kolaborasi dan Diseminasi Keilmuan di Bidang Sistem Informasi

Pembicara :
Dr. Erna Hikmawati, S.Kom., M.Kom.
Rizza Indah Mega Mandasari, S.Kom., M.T.

Detail Acara :
Hari, Tanggal: Sabtu, 21 Juni 2025
Waktu: Pukul 09.00 WIB s/d selesai
Media: Via Zoom (akses tautan: bit.ly/link-zoom-sosialisasi-online)

Acara ini diselenggarakan oleh Program Studi D3 Rekayasa Perangkat Lunak Aplikasi, Fakultas Ilmu Terapan, Universitas Telkom. Jangan lewatkan kesempatan berharga ini untuk memperluas wawasan dan jaringan profesional Anda.

Informasi Lebih Lanjut:
Instagram: @ais.aisindo
YouTube: AISINDO
Website: aisindo.id

by

AISINDO Perkuat Ekosistem Digital Sistem Informasi Melalui Kolaborasi Strategis dengan Telkom University

Bandung, 21 Juni 2025 — Dalam upaya memperkuat peran organisasi sebagai pusat kolaborasi dan diseminasi keilmuan di bidang Sistem Informasi, Association for Information Systems Indonesia Chapter (AISINDO) bekerja sama dengan Telkom University mengembangkan sebuah platform digital resmi berbentuk website organisasi. Kegiatan ini diluncurkan melalui sebuah sesi sosialisasi daring bertajuk “Pengembangan Platform Digital AISINDO untuk Meningkatkan Kolaborasi dan Diseminasi Keilmuan di Bidang Sistem Informasi.”

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (Abdimas) Telkom University yang melibatkan dosen dan mahasiswa Program Studi D3 Rekayasa Perangkat Lunak Aplikasi, Fakultas Ilmu Terapan. Melalui kegiatan ini, AISINDO memperoleh dukungan teknis dan strategis dalam membangun infrastruktur digital yang akan mendukung pengelolaan informasi organisasi, manajemen keanggotaan, publikasi artikel ilmiah, dan promosi kegiatan AISINDO secara lebih terstruktur dan efisien.

Dalam sesi sosialisasi, dua narasumber utama, Dr. Erna Hikmawati, S.Kom., M.Kom. dan Rizza Indah Mega Mandasari, S.Kom., M.T., memaparkan langsung proses pengembangan platform, fitur-fitur utama, dan manfaat jangka panjang yang akan diperoleh anggota AISINDO. Fitur yang dikembangkan meliputi:

Portal Berita dan Event: untuk mendiseminasikan informasi konferensi, seminar, dan kegiatan komunitas SI.
Repositori Artikel Ilmiah: sebagai ruang berbagi publikasi dan pengetahuan.
Dashboard Profil Kepengurusan (Council & Committee): untuk transparansi organisasi.
Sistem Keanggotaan Digital: memungkinkan pendaftaran dan perpanjangan keanggotaan secara daring dan efisien.
Ketua AISINDO, dalam sambutannya, menyampaikan bahwa transformasi digital ini merupakan langkah penting untuk memperkuat fondasi organisasi di tingkat nasional dan internasional. “Sebagai bagian dari jaringan global AIS World, kami ingin menghadirkan wajah digital AISINDO yang profesional, informatif, dan interaktif. Platform ini akan memperkuat konektivitas antaranggota serta memperluas kolaborasi lintas institusi,” ujarnya.

Pengembangan website AISINDO juga merupakan bentuk realisasi dari visi AISINDO dalam mendukung kemajuan keilmuan Sistem Informasi di Indonesia melalui teknologi. Website ini diharapkan dapat menjadi wadah utama untuk pertukaran pengetahuan, jejaring profesional, dan pengembangan karier bagi akademisi, peneliti, serta praktisi SI dari Sabang hingga Merauke.

Kegiatan ini menandai langkah awal penguatan ekosistem digital AISINDO yang berkelanjutan. Ke depan, AISINDO akan terus mengembangkan fitur-fitur tambahan seperti sistem manajemen konferensi digital, e-learning, dan publikasi jurnal daring.

Atas nama seluruh pengurus dan komunitas AISINDO, kami menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada tim Abdimas Telkom University atas kontribusi nyatanya dalam membangun infrastruktur digital kami. Dengan kolaborasi ini, kami percaya AISINDO akan semakin siap menjadi lokomotif penggerak pengembangan Sistem Informasi di Indonesia yang berbasis pada inovasi dan kolaborasi digital.

by

AISINDO Hadirkan Layanan Pendampingan Kurikulum untuk Institusi Pendidikan

[AISINDO, Surabaya] — Dalam rangka mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia, Asosiasi Ilmuwan dan Profesional Indonesia (AISINDO) kini menghadirkan layanan pendampingan kurikulum yang ditujukan untuk institusi pendidikan di berbagai jenjang.

Layanan ini dirancang untuk membantu sekolah, perguruan tinggi, dan lembaga pelatihan dalam menyusun, mengevaluasi, serta mengembangkan kurikulum yang selaras dengan kebutuhan industri dan perkembangan ilmu pengetahuan terkini. Pendampingan dilakukan secara profesional oleh para ahli yang tergabung sebagai reviewer dan narasumber AISINDO, yang memiliki latar belakang kuat di bidang akademik dan praktisi.

Tony Dwi Susanto, Ph.D., ITIL, COBIT, TOGAF, Presiden AISINDO, menyampaikan bahwa layanan ini merupakan bentuk kontribusi nyata AISINDO dalam mendukung Merdeka Belajar dan penguatan SDM unggul. “Kami ingin memastikan bahwa institusi pendidikan mendapatkan dukungan teknis dan strategis dalam mengembangkan kurikulumnya, baik dari sisi konten, struktur, maupun orientasi masa depan,” ujarnya.

Berikut adalah daftar reviewer yang akan terlibat dalam pendampingan kurikulum AISINDO:

Prof. Dr. Siti Rohajawati, S.Kom, M.Kom, CISDV
Wahyudi Agustiono, S.Kom, M.Sc, Ph.D
Bayu Waspodo, SE, MM
Muhammad Yusuf, ST, M.MT, Ph.D
Anggit Dwi Hartanto S.Kom, M.Kom
Ririn Ikana Desanti S.Kom, M.Kom
Agung Brastama Putra S.Kom, M.Kom
Dr. Andrianiingsih, S.Kom, MMSI
Bima Cahya Putra, S.Kom, M.Kom, MCE
Ir. Made Dendi Maysanjaya, S.Pd, M.Eng, IPM
Dr. Ir. Muhammad Arifin A.Md, S.Kom, M.Kom, MCE
Tony Dwi Susanto, Ph.D., menambahkan bahwa informasi terkait layanan ini akan dibagikan secara berkala melalui website dan media sosial resmi AISINDO. “Kami mengundang institusi pendidikan untuk berkolaborasi, dan informasi lebih lanjut akan tersedia melalui kanal komunikasi digital kami,” katanya.

Untuk institusi yang berminat atau ingin berkonsultasi terkait layanan ini, silakan mengunjungi laman resmi AISINDO atau menghubungi tim layanan melalui kontak yang tersedia.

    Asosiasi Sistem Informasi Indonesia atau disingkat AISINDO ataudalam bahasa Inggris disebut Association for Information Systems - Indonesia adalah asosiasi profesi Sistem Informasi yang akademisi, praktisi, dan peneliti Sistem Informasi di Indonesia.

    Selain sebagai asosiasi profesi nasional, AISINDO juga merupakan cabang (chapter) negara Indonesia dari asosiasi internasional Sistem Informasi terkemuka di dunia yakni Association for Information Systems (AIS). AIS memiliki anggota di lebih dari 100 negara di 3 area: Area 1: Amerika; Area 2: Eropa, Timur Tengah, dan Afrika; Area 3: Asia dan Pasifik.

    ADDRESS

    Department of Information Systems, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Sukolilo, Surabaya, Indonesia 60111

    PHONE

    +628123037371

    EMAIL

    service@aisindo.id

    service.aisindo@gmail.com